Perkuat Pengembangan Data Sains, Divisi Manajemen Sumberdaya Perikanan FPIK IPB University Menggalang “A Half-Day Course on R Program for Fisheries Resources Management“

Pengolahan data sains dalam bidang perikanan membutuhkan kemampuan dan perangkat yang mumpuni. Hal ini menjadi tantangan tersendiri di era teknologi saat ini dan keberadaan data yang minimal atau poor data. Untuk itu, peningkatan keterampilan dalam melakukan pengolahan dan analisis data sangat dibutuhkan. Salah satu perangkat yang sangat popular dan powerful adalah R Program.
Berdasarkan latar belakang tersebut, Divisi Manajemen Sumberdaya Perikanan, Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University mencoba menjawab tantangan tersebut dengan mengadakan kegiatan yang berjudul ”A Half-Day Course on R Program for Fisheries Resources Management“. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari selasa, 29 Desember 2020, pukul 08:00–12:00 WIB merupakan inisiasi awal untuk kegiatan-kegiatan pengembangan keilmuan dan kapasitas terkait penggunaan program R ke depannya dalam bidang pengelolaan sumberdaya perikanan. Secara spesifik, kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan dan memperkuat jaringan pengguna program R untuk mendukung pengelolaan sumberdaya perikanan, memantik penyelenggaraan kegiatan pelatihan program R, dan cikal bakal pusat program R di lingkungn Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University.
Kegiatan yang dilakukan dengan platform Zoom meeting diikuti oleh sebanyak 162 peserta, yang terdiri dari dosen, peneliti, mahasiswa dan pegiat lingkungan, dan berasal dari seluruh Indonesia. Melihat besarnya antusiasme peserta tersebut, rekaman kegiatan ini juga dapat disaksikan di Channel Youtube MSP.
Acara dibuka langsung oleh Dr. Majariana Krisanti, S.Pi., M.Si. selaku Ketua Departeman Manajemen Sumberdaya Perairan, diharapkan bisa turut berkontribusi dalam perkembangan ilmu dan pengelolaan sumberdaya perairan di Indonesia. Dr. Ir. Luky Adrianto, M.Sc., selaku Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University juga memberikan harapan (encouraging) dari tujuan-tujuan kegiatan yang ada, karena pengelolaan sumberdaya perikanan memiliki kompleksitas yang tinggi dan membutuhkan kerja bersama.
Dekan FPIK IPB University menyampaikan bahwa data merupakan transdisciplinary science dan tidak kalah penting adalah artikulasi dari data yang ada, baik data kualitatif maupun kuantitatif, serta participatory approach, terutama untuk kepentingan kebijakan melalui simulasi yang dibangun. Untuk itu, keterampilan mengunakan perangkat analisis menjadi keniscayaan di dalam memudahkan dan mempercepat analisis dan pengambilan kebijakan, terlebih Indonesia memiliki area perairan yang luas. Sehingga, dukungan untuk pengelolaan Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) dapat dicapai. Sesi yang dimoderatori oleh Dr. Yonvitner, S.Pi., M.Si. menghadirkan Prof. Dr. Ir. Mennofatria Boer, DEA. sebagai keynote speaker. Pada kesempatan ini beliau menyampaikan topik tentang Fisheries Data Science (Sains Data Perikanan). Sains data adalah campuran berbagai alat, algoritma, dan prinsip pembelajaran mesin (machine learning) untuk menemukan pola-pola tersembunyi dalam data mentah. Beliau juga menjelaskan bahwa dalam sains data saat ini, terutama di era Big Data, seorang ilmuan data harus memiliki keterampilan dasar dari tiga disiplin ilmu utama, yaitu matematika, ilmu komputer dan kepakaran dalam bidang yang ditekuni, dalam hal ini perikanan, dan dikombinasikan dengan kemampuan statistika, pemrosesan data dan machine learning. Beliau menambahkan bahwa program R merupakan salah satu keterampilan dan perangkat lunak yang popular saat ini.
Pada sesi ke 2, peserta dikenalkan dengan program R secara teknis oleh Dr. Ir. Rahmat Kurnia, M.Si. dan Agus Alim Hakim, S.Pi., M.Si.. Sesi yang dipandu oleh Dr. Ir. Zairion, M.Sc., tidak hanya mengajarkan bagaimana membuat algoritma dan menjalankan script di R Studio, tetapi dimulai dari bagaimana mengunduh perangkat lunak tersebut, instalasi, struktur data yang dibutuhkan, visualisasi dan interpretasi hasil.
Kegiatan ini sangat menarik minat peserta. Hal ini dapat dilihat dari hasil survei yang kami lakukan di akhir kegiatan, di mana 96,1% peserta beharap kegiatan ini dilanjutkan dan 85,1% peserta akan mengikuti pelatihan lanjutan. Antusias peserta yang sangat baik pada kegiatan ini akan menjadi pertimbangan untuk mewujudkan pusat pengembangan program R di FPIK IPB University dan pelatihan secara berkala sesuai dengan topik yang berkembang. Sehingga, nantinya diharapkan akan menjadi salah satu pendukung dalam Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 14.