MSP NEWS Summer Course Highland to Ocean 2026 Successfully Held,...
Read More
MSP NEWS Summer Course Highland to Ocean 2026 Successfully Held,...
Read MoreHome Alumni Staff Undergraduate Postgraduate Profile Department MSP News Hamburger...
Read MoreShare
June 15, 2026
Category:
Research
Bogor, 15 Juni 2026 — Konsep Cagar Biosfer Wakatobi sebagai Living Laboratory for Education for Sustainable Development (ESD) menjadi salah satu contoh implementasi pendidikan berkelanjutan yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan, konservasi, dan pemberdayaan masyarakat pesisir. Gagasan ini disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Hefni Effendi, M.Phil. dalam kegiatan Forum Nasional Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan (ESD) yang diselenggarakan di Shangri-La Jakarta.
Melalui pendekatan laboratorium hidup (living Laboratory) , kawasan Cagar Biosfer Wakatobi dimanfaatkan sebagai ruang pembelajaran nyata yang melibatkan pelajar, masyarakat lokal, pemerintah, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Model ini memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk mempelajari isu-isu lingkungan dan keinginan secara langsung di lapangan.
Dalam implementasinya, pendidikan kelautan ( literasi kelautan ) menjadi salah satu fokus utama melalui pengembangan berbagai materi pembelajaran seperti buku terbuka, data digital, sampel biota laut, hingga pemanfaatan pengetahuan lokal masyarakat pesisir. Integrasi antara data ilmiah dan kearifan lokal diharapkan mampu memperkuat pemahaman peserta didik terhadap ekosistem laut dan pentingnya konservasi sumber daya perairan.
Keberhasilan program ini juga didukung oleh kolaborasi berbagai pihak, antara lain perguruan tinggi, kementerian terkait, organisasi masyarakat, serta mitra internasional seperti UNESCO dan Universitas IPB. Kemitraan tersebut berkontribusi dalam pengembangan materi konservasi laut, pelatihan guru, dan peningkatan kapasitas masyarakat dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
Selain itu, pendekatan ESD yang diterapkan menekankan pentingnya keseimbangan antara aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi. Melalui pendekatan holistik ini, siswa dipersiapkan menjadi generasi pemimpin masa depan yang memiliki kepedulian tinggi terhadap keberlangsungan sumber daya laut dan pesisir.
Meskipun demikian, tantangan dalam penyelenggaraan pendidikan berkelanjutan tetap memerlukan perhatian, terutama dalam menyelaraskan pengetahuan akademik dengan kebutuhan nyata masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan upaya penerjemahan hasil penelitian dan pembelajaran menjadi solusi praktis yang dapat diterapkan di tingkat lokal maupun.
Sebagai departemen yang fokus pada pengelolaan sumber daya perairan secara berkelanjutan, Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan (MSP) FPIK IPB University memandang pendekatan laboratorium hidup seperti yang diterapkan di Wakatobi sebagai model strategi dalam mendukung pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang berdampak nyata bagi kepunahan ekosistem perairan Indonesia.
Editor: Tim Humas Departemen MSP FPIK IPB University
Sumber: Paparan Prof.Dr.Ir. Hefni Effendi, M.Phil. pada Forum Nasional Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan (ESD) , Jakarta, 15 Juni 2026.
More News in Category: